PENDEKATAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI(high Scope)

A.  Sejarah singkat dan Perkembangan High (Scope)

Pada perkembangan awalnya High (Scope) digunakan sebagai nama kurikulum yang 

dikembangakan untuk anak usia tiga-empat tahun. Pada perkembangan berikutnya (Scope) digunakan sebagai suatu pendekatan yang digunakan dalam program 

penyelenggaraan PAUD. Pada tahun 1960-an program ini ditujukan untuk anak-anak yang menghadapi kesulitan belajar ( anak luar biasa) dengan situasi dan program sekolah dari lingkunagan miskin di Ypsilanti, Mchigan. Program ini ditujukan untuk mengatasi masalah-masalah negatif kemiskinan dalam sekolah bagi anak-anak di lingkungan tersebut. 

Tujuan  untuk membantu mengembangkan: 

1.kemampuan anak dengan menggunakan berbagai macam kegiatan seni dan gerak; 

2. pengetahuan anak tentang objek berdasarkan konsep pendidikan kemampuan berbicara, 

3.kemampuan bekerja sama dengan orang lain, membuat keputusan tentang apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukan sesuatu dan merencanakan penggunaan waktu dan energi mereka; 

4. kemampuan anak untuk menerapkan perolehan kemampuan pemikiran baru mereka dalam jangkauan yang luas dan natural berdasarkan situasi dan dengan menggunakan berbagai macam material.

B. Model Pendidikan Anak Usia Dini High/Scope

The High/Scope Educational Foundation (Yayasan Penelitian Pendidikan High/Scope) terus mengembangkan dan menerapkan model ini hingga sekarang, memasukkan hasil penelitian berkaitan dengan literasi, matematika, ilmu pengetahuan alam, perkembangan sosial, perkembangan kesehatan dan fisik, seni dan penggunaan komputer, dan membuat orang mengaplikasikan model tersebut kepada situasi dan populasi anak yang baru di seluruh dunia (Epstein, 2007; Hohman, 2002; Hohman & Weikart, 2002). Ribuan program pendidikan anak usia dini di seluruh Amerika Serikat dan negara-negara lainnya kini menggunakan model High/Scope.

C.Indikatdalam Pembelajaran High Scope

1).Pendekatan pada pembelajaran

2). Bahasa, kemampuan membaca menulis dan komunikasi

3).Perkembangan sosial emosional

4). Perkembanganfisik kesehatan dan kesejahteraan

5). Matematika

6).Ilmu pengetahuan dan teknologi

7).Penelitia sosial

D.Catat pengamatan

HighScope meilai perkembangan anak-anak dengan pengamatan komprehensif dengan menggunakan COR Advantage, alat penilaian anak yang mencakup anak usia dini sampai dengan usia prasekolah. Dengan mengamati berbagai perilaku selama beberapa minggu atau bulan dapat memberikan guru gambaran yaHighScope ng lebih akurat tentang kemampuan anak-anak daripada tes yang diberikan dalam sesi satu kali. 

E.Peran orang tua dan masyarakat menurut high scope

Orang dewasa mengatur bidang minat dalam lingkungan pembelajaran yaitu mempertahankan rutinitas harian yang mengizinkan anak-anak merencanakan dan meneruskan kegiatan mereka sendiri, mengikuti kegiatan anak-anak dan membantu mereka merenungkan berbagai hal serta memberikan bahasa melalui percakapan  dan pengamatan. Orang dewasa juga mendorong anak-anak meraih petunjuk perkembangan utama dan membantu dan membantu mereka belajar mengambil keputusan, memecahkan masalah serta secara umum terlibat dalam kegiatan yang meningkatkan perkembangan kecerdasan, sosial, dan fisik. Penelitian empiris sistematis selama berpuluh-puluh tahun menunjukkan bahwa model High/Scope berhasil meningkatkan kesempatan hidup anak-anak yang turut serta dalam program tersebut.

F.Simula Penerapan High Scope

HighScope Indonesia: Kualitas Guru, Aspek Penting Keberhasilan Siswa

Suasana simulasi SIdang PBB dalam acara HighScope Model United Nations (HSMUN) 2019 di Sekolah HighScope Indonesia TB Simatupang, Rabu (30/10/2019).


Sesi tanya jawab

1). kelebihan dan kekurangan model pembelajaran high scope?

Jawaban:

Kelebihan:

=Interpersonal: anak harus mengerti orang lain.

=Intrapersonal: harus memahami diri sendiri, aktif dan kreatif

Kelemahan

-tidak adanya bentuk formal dalam pembelajaran.

-ketidakmampuan guru untuk menyeting ruang kelas.

2. bagaimana cara meningkatkan kemampuan berpikir baru anak dalam jangkauan yang luas dan natural berdasarkan situasi?

Jawaban:

-guru harus berpikir kritis.

-metode eksperimen harus diperhatikan.

-metode penelitian untuk penerapan kepada anak.

-guru harus memahami kreativitas anak untuk memberikan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan.

-membuat rancangan dan mengkaji ulang pembelajaran.

3. yaitu apa contoh dari peranan orang tua dan masyarakat menurut high scope?

Jawaban 

-faktor genetik

-aturan perilaku

-sikap orang tua


Komentar